LEBAK,POROSBANTEN.ID – Pemerintah Kabupaten Lebak akan meluncurkan program wajib membaca Al Quran di sekolah, mulai tingkat sekolah Dasar (SD) hingga SMP sebelum pembelajaran dimulai.
Iyan Fitriyana, Plt Asda lll Pemkab Lebak mengatakan, program gerakan membaca Al Quran sebelum memulai belajar yang akan diterapkan di seluruh SD dan SMP di Lebak ini, merupakan kolaborasi antara Pemkan Lebak dengan Badan Wakaf Al Quran (BWA) Banten.
“Untuk tekhnisnya nanti kita akan rumuskan dengan Dinas Pendidikan Lebak,” kata Iyan Fitriyana, kepada Porosbanten.id, di Rangkasbitung, kemarin.
Menurut Iyan, baca Al Quran sebelum aktivitas belajar mengajar dimulai, nanti harus menjadi
jtradisi dan budaya, baik di sekolah maupun di rumah. Oleh sebab itulah program itu berguna untuk menghidupkan kembali maupun melestarikan tradisi baik yang telah ada.
“Al-Quran adalah ibu dari segala ilmu, jadi sudah sepatutnya mengawali aktivitas belajar dengan membaca Al-Quran,” ujarnya.
Lanjut dia, semangat mengaji bagi masyarakat sekarang ini tidaklah sama seperti di masa lalu.
Seiring dengan berkembangnya kemajuan zaman, mengaji yang seharusnya merupakan tradisi yang dilakukan sehabis Maghrib, kini mulai berkurang. Bahkan, kata Iyan, menurut data 70 persen warga Bantan buta huruf Al Quran.
“Arus modernisasi zaman dan perkembangan teknologi informasi telah melahirkan pergeseran budaya, kultur, dan tradisi masyarakat kita. Sehingga muncul perubahan sosial yang berimbas dengan tergerusnya budaya lokal yang sarat dengan ibadah dan kegiatan Islam,” papar Iyan, yang juga menjabat Kabag Kesra Pemkab Lebak.
Oleh sebab itu, Iyan berharap gagasan program ini harus disambut baik oleh seluruh masyarakat, apalagi Badan Wakaf Al Quran (BWA) Banten telah mensuport, dengan mewakafkan Al Quran sebanyak 1000 mushaf.
“Mudah-mudahan, mengawali pelajaran dengan membaca Al-Quran walau hanya 15 menit setiap harinya, dapat semakin memperlancar bacaan Al-Quran para siswa, di samping juga membawa kemudahan dan keberkahan dalam menyerap pelajaran,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Lebak, Maman Suryaman mengaku, mendukung program membaca Al Quran di sekolah. Karena, kata Maman, program tersebut sudah ada di program kementerian Pendidikan.
“Di sekolah memang sudah berjalan membaca Quranx hanya saja tekhnis sekolah yang mengatur, ada yang sebelum belajar ada di waktu acara tertentu. Mungkin program yang di gagas pemkab Lebak ini lebih spesifik,” ucapnya.(*)
Editor : Redaksi






