Baznas dan Pemrprov Banten Inisiasi Program Satu Keluarga Satu Rumah

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG,POROSBANTEN.CO.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten bersama Pemprov Banten terus memperkuat ekosistem kemandirian ekonomi melalui penguatan program Santripreneur. Langkah ini diambil untuk memastikan lulusan pesantren tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki mental kepemimpinan dan kewirausahaan.

Ketua Baznas Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, mengungkapkan bahwa melalui program ‘Satu Keluarga Satu Sarjana’, pihaknya menargetkan lahirnya sosok-sosok pengusaha baru sekaligus pimpinan pesantren dari kalangan santri.

“Kedepan kita akan ciptakan satu keluarga satu pengusaha sebagai wujud konkretnya. Saat ini, secara kuantitas sudah ada kurang lebih 100 orang yang lulus studi S1 melalui bantuan pendidikan kami yang tersebar di beberapa universitas,” katanya dalam keterangan, kemarin.

Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten, Tubagus Rubal, menyatakan bahwa Pemprov Banten tengah memfasilitasi koordinasi lembaga keagamaan dan pendidikan. Salah satu langkah strategis yang sedang disiapkan adalah penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait bantuan pendidikan.

“Kami sedang menyusun Pergub bantuan pendidikan untuk teman-teman santri yang sedang menyelesaikan semester akhir. Selain itu, kami juga menggagas program ‘Satu Desa Satu Sarjana’ sebagai bagian dari program Bangun Banten,” jelasnya.

Untuk tahun ini, target awal program tersebut akan menyasar sekitar 83 orang secara bertahap. Literasi Keuangan dan Materi Leaderpreneur Penguatan dari sisi kurikulum kewirausahaan mendapat dukungan penuh dari Ikatan Alumni UIN (IKALUIN) Jakarta wilayah Banten.

Ketua IKALUIN Banten, Dr. Agus Syabarrudin, M.Si, menekankan pentingnya materi Leaderpreneur dan melek finansial bagi para santri.

Menurut Agus, mengingat Banten berada di urutan ketiga secara statistik basis pesantren nasional, potensi ini harus dimaksimalkan dengan program yang aplikatif.

“Kita perkuat forum literasi di pondok pesantren. Santri diajarkan cara menganalisa potensi usaha di sekitar mereka, membuat proyek bisnis, hingga benar-benar merasakan pengalaman menjadi pengusaha,” kata Agus.

Ia menambahkan, poin krusial dari Santripreneur adalah pemahaman manajemen keuangan. “Santri harus melek finansial; tahu bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik agar usaha yang dirintis di lingkungan pesantren bisa berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan santri di Banten mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dan tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah. (*)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kawal Pembangunan sesuai Spesifikasi, Hasbi Tinjau Perbaikan Jalan Menuju Wisata Baduy
Pemkab Lebak Klaim Kasus Stunting Turun Drastis
Pemkab Lebak Jamin Warga Miskin Peserta BPJS PBI nonaktif Bisa Dirujuk Ke RSUD
Sekda, Bangunan Liar Biang Kerok Banjir di Kota Serang
179.710 Warga Miskin di Lebak Penerima BPJS PBI Di-non Aktifkan 
Program PKK Harus Terarah Sesuai Kebutuhan Masyarakat 

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 04:00

Kawal Pembangunan sesuai Spesifikasi, Hasbi Tinjau Perbaikan Jalan Menuju Wisata Baduy

Senin, 16 Februari 2026 - 02:47

Baznas dan Pemrprov Banten Inisiasi Program Satu Keluarga Satu Rumah

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:48

Pemkab Lebak Klaim Kasus Stunting Turun Drastis

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:54

Pemkab Lebak Jamin Warga Miskin Peserta BPJS PBI nonaktif Bisa Dirujuk Ke RSUD

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:06

Sekda, Bangunan Liar Biang Kerok Banjir di Kota Serang

Berita Terbaru

Ekonomi

SPPG MCB 1Rangkasbitung Lebak

Jumat, 10 Apr 2026 - 03:07

Ekonomi

Korpri Kabupaten Lebak

Kamis, 9 Apr 2026 - 01:34