Sekda, Bangunan Liar Biang Kerok Banjir di Kota Serang

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG,POROSBANTEN.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin menegaskan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air dan sempadan sungai menjadi salah satu penyebab meluasnya banjir di Kota Serang, khususnya di Kecamatan Serang dan Cipocok.

Menurut Nanang, sejumlah aliran air terganggu karena tertutup bangunan yang tidak sesuai peruntukan. Akibatnya, saat hujan turun dengan intensitas tinggi, air tidak mengalir optimal dan meluap ke permukiman warga.

“Masalah banjir yang mulai meluas di Kecamatan Serang dan Cipocok menjadi perhatian. Banyak aliran air yang terganggu karena bangunan liar yang menutup hak aliran air,” ujar Nanang, kemarin.

Ia mengatakan, Pemkot Serang telah melakukan penertiban di beberapa titik rawan, di antaranya Sukadana dan Kroya. Meski sempat mendapat penolakan, proses pembongkaran berjalan kondusif setelah dilakukan pendekatan persuasif.

“Awalnya memang ada penolakan, tetapi kami instruksikan agar penertiban dilakukan secara persuasif dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat,” katanya.

Nanang menjelaskan, penanganan bangunan liar dilakukan melalui tiga tahapan, yakni sosialisasi kepada warga, pemberian insentif relokasi, serta penegakan hukum apabila imbauan tidak diindahkan.

Sebagai solusi, Pemkot Serang menyiapkan hunian sementara di rumah susun Margaluyu bagi warga terdampak pembongkaran. Warga yang direlokasi dibebaskan dari biaya sewa selama dua tahun.

“Kami siapkan rusun di Margaluyu dan diberikan bebas sewa dua tahun agar masyarakat tidak terbebani,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang Iwan Sunardi, menjelaskan dari hasil pemetaan wilayah, terdapat penyempitan saluran air akibat sedimentasi dan keberadaan bangunan liar di pesisir sungai.

“Kalo permasalahan banjir, selain karena hujan deras, kami temukan juga limpasan dari irigasi sungai Cibanten yang tidak tertampung optimal karena ada bangunan liar juga,” tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya akan melakukan normalisasi sungai berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten. Dengan rincian tugas; pihak Pemprov Banten akan menormalisasi irigasi sungai Cibanten, sementara Pemkot Serang bertanggung jawab melakukan penertiban bangunan yang menghambat aliran air.

“Wilayah nya di sepanjang Kecamatan Serang meliputi Kelurahan Cimuncang, Kota Baru, Lopang, dan Unyur,” ucapnya.(*)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dukung Kedaulatan Pangam Nasional, Hasbi Bersama Petani Kolelet Tanam Padi Unggul 
Kawal Pembangunan sesuai Spesifikasi, Hasbi Tinjau Perbaikan Jalan Menuju Wisata Baduy
Baznas dan Pemrprov Banten Inisiasi Program Satu Keluarga Satu Rumah
Pemkab Lebak Klaim Kasus Stunting Turun Drastis
Pemkab Lebak Jamin Warga Miskin Peserta BPJS PBI nonaktif Bisa Dirujuk Ke RSUD
179.710 Warga Miskin di Lebak Penerima BPJS PBI Di-non Aktifkan 
Program PKK Harus Terarah Sesuai Kebutuhan Masyarakat 

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:38

Dukung Kedaulatan Pangam Nasional, Hasbi Bersama Petani Kolelet Tanam Padi Unggul 

Rabu, 15 April 2026 - 04:00

Kawal Pembangunan sesuai Spesifikasi, Hasbi Tinjau Perbaikan Jalan Menuju Wisata Baduy

Senin, 16 Februari 2026 - 02:47

Baznas dan Pemrprov Banten Inisiasi Program Satu Keluarga Satu Rumah

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:48

Pemkab Lebak Klaim Kasus Stunting Turun Drastis

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:54

Pemkab Lebak Jamin Warga Miskin Peserta BPJS PBI nonaktif Bisa Dirujuk Ke RSUD

Berita Terbaru

Daerah

Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak

Rabu, 3 Jun 2026 - 02:19

Lebak

Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak

Rabu, 3 Jun 2026 - 02:17

Ekonomi

Dinas PUPR Kabupaten Lebak

Rabu, 3 Jun 2026 - 02:12

Politik

DPRD Kabupaten Lebak

Rabu, 3 Jun 2026 - 02:08