Pemkab Lebak Klaim Kasus Stunting Turun Drastis

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK,POROSBANTEN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten mengklaim Jumlah keluarga risiko stunting (KRS) mengalami penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Jika pada 2022 tercatat mencapai 162.000 keluarga, pada 2025 jumlahnya menurun menjadi 43.088 keluarga.

Tuti Nurasiah, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kabupaten Lebak mengatakan, penurunan tersebut tidak terlepas dari intervensi melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

“Penurunan kasus KRS ini merupakan hasil intervensi berbagai pihak melalui Program Genting,” kata Tuti, kepada wartawan, di Rangkasbitung, Kamis, 12 Pebruari 2026.

Menurutnua, program Genting merupakan salah satu dari lima program prioritas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam rangka mempersiapkan Generasi Emas 2045 dan menekan angka stunting.

Kata Tuti, pelaksanaan program tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, perusahaan swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, hingga media.

“Program Genting ini bersifat gotong royong. Bukan hanya pemerintah yang menjadi orang tua asuh bagi keluarga risiko stunting,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut dia, dukungan dapat berupa penghimpunan dana yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak. Dana tersebut kemudian disalurkan melalui relawan Dapur Atasi Stunting (Dahsyat) yang tersebar di desa-desa.

Lanjut dia, relawan Dahsyat memproduksi makanan bergizi dan berprotein untuk didistribusikan kepada keluarga risiko stunting, ibu hamil, bayi usia dua tahun (baduta), serta balita.

Tuti menyebutkan, program tersebut menyasar 43.088 keluarga risiko stunting, 4.286 ibu hamil, 14.301 baduta, serta 45.690 balita. Pemberian asupan gizi dilakukan sesuai kondisi pemulihan, mulai 14 hari hingga enam bulan.

“Kami berharap Program Genting dapat terus menekan angka KRS. Jika KRS menurun, maka kasus stunting di Lebak juga dapat ditekan,” ujarnya.

Sementara itu, Amsah (35), warga Rangkasbitung mengaku, merasakan manfaat program tersebut. Ia mengatakan dua anaknya yang sebelumnya mengalami gizi kurang kini menunjukkan kondisi yang lebih baik setelah rutin menerima makanan dari Dapur Dahsyat.

“Kami merasa lega karena anak-anak kini lebih sehat setelah mendapatkan makanan bergizi,” ucapnya.(*)

Editor : Redaksi

 

Berita Terkait

Dukung Kedaulatan Pangam Nasional, Hasbi Bersama Petani Kolelet Tanam Padi Unggul 
Kawal Pembangunan sesuai Spesifikasi, Hasbi Tinjau Perbaikan Jalan Menuju Wisata Baduy
Baznas dan Pemrprov Banten Inisiasi Program Satu Keluarga Satu Rumah
Pemkab Lebak Jamin Warga Miskin Peserta BPJS PBI nonaktif Bisa Dirujuk Ke RSUD
Sekda, Bangunan Liar Biang Kerok Banjir di Kota Serang
179.710 Warga Miskin di Lebak Penerima BPJS PBI Di-non Aktifkan 
Program PKK Harus Terarah Sesuai Kebutuhan Masyarakat 

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:38

Dukung Kedaulatan Pangam Nasional, Hasbi Bersama Petani Kolelet Tanam Padi Unggul 

Rabu, 15 April 2026 - 04:00

Kawal Pembangunan sesuai Spesifikasi, Hasbi Tinjau Perbaikan Jalan Menuju Wisata Baduy

Senin, 16 Februari 2026 - 02:47

Baznas dan Pemrprov Banten Inisiasi Program Satu Keluarga Satu Rumah

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:48

Pemkab Lebak Klaim Kasus Stunting Turun Drastis

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:54

Pemkab Lebak Jamin Warga Miskin Peserta BPJS PBI nonaktif Bisa Dirujuk Ke RSUD

Berita Terbaru

Daerah

Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak

Rabu, 3 Jun 2026 - 02:19

Lebak

Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak

Rabu, 3 Jun 2026 - 02:17

Ekonomi

Dinas PUPR Kabupaten Lebak

Rabu, 3 Jun 2026 - 02:12

Politik

DPRD Kabupaten Lebak

Rabu, 3 Jun 2026 - 02:08